Sabtu, 17 Desember 2011

Tentang Bulan Muharram


Muharram adalah satu dari empat bulan-bulan yang dijuluki bulan haram. bulan-bulan itu antara lain: muharram, dzulhijjah, dzulqaidah, dan rajab. sejak zaman dahulu (bahkan jahiliyah), keempat bulan itu sudah ditetapkan ke’haram’annya. hal ini termaktub dalam alquran diantaranya pada ayat:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram.. [QS Al-Maidah (5) : 2]
menurut riwayat ternyata di bulan muharram terjadi kejadian-kejadian bersejarah yang berkaitan dengan kisah-kisah para nabi. kejadian-kejadian itu antara lain:

  1. taubat nabi adam diterima oleh Allah
  2. nabi idris diangkat ke langit
  3. bahtera nabi nuh berlabuh setelah peristiwa banjir
  4. nabi ibrahim dilahirkan, diangkat menjadi rasul, dan diselamatkan dari api
  5. nabi ya’qub dikembalikan penglihatannya
  6. nabi yusuf dikeluarkan dari penjara
  7. nabi musa diselamatkan dari kejaran fir’aun dengan melintasi laut merah yang terbelah
  8. nabi daud diterima taubatnya oleh Allah
  9. kembalinya anugrah kerajaan nabi sulaiman
  10. nabi ayyub diuji dengan penyakit, lalu disembuhkan
  11. nabi yunus keluar dari perut ikan
  12. nabi isa diselamatkan (di angkat) dari kejaran orang-orang yang ingin menyalibnya
ahli kitab seperti yahudi malah menjadikan tanggal 10 muharram sebagai hari besar dan mereka berpuasa sebagai peringatan kisah nabi musa. berkenaan dengan masalah syariat ini, umat islam disunnahkan berpuasa pada bulan muharram. puasa ini dikenal sebagai puasa tasu’a (9 muharram) dan puasa asyura (10 muharram).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa. Para shahabat berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.”, tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.” [HR Muslim, Abu Daud]
Rasulullah ditanya tentang puasa Asyura, beliau menjawab: “Puasa itu bisa menghapuskan dosa2 kecil pada tahun kemarin.” [HR Muslim]